#FlashFiction • Salat Tarawih

Kuakui bahwa aku bukanlah muslim yang taat beragama. Bulan Ramadan yang seharusnya menjadi saat memaksimalkan ibadah, justru menjadi ajang buatku untuk memaksimalkan dosa. Tak perlu kusebutkan satu per satu dosa itu, silakan tebak sendiri!

Hari ini merupakan hari terakhir Ramadan tahun ini. Setelah dua puluh sembilan hari berkutat dengan dosa-dosa, aku memutuskan memaksimalkan ibadahku di hari terakhir ini. Entah kesadaran dari mana. Mungkin Tuhan membuka sedikit pintu hatiku yang sudah berkarat.

Aku salat tarawih di musala kampungku. Kutempati saf paling belakang. Aku tidak mau menarik perhatian jemaah yang juga menjadi tetanggaku. Bukannya aku merasa benar sendiri, tapi biarpun mereka rajin salat, masih banyak yang suka bergunjing. Apalagi menggunjingkan pendosa sepertiku.

Salat tarawih pun dimulai. Aku berusaha khusyuk, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Namun, baru saja aku memulai bacaan salat, imam sudah rukuk. Kuikuti gerakannya dan mulai membaca bacaan tasbih. Baru mulai membaca dua suku kata, imam sudah berdiri kembali. Mengapa gerakannya secepat ini? Ataukah aku yang terlalu lambat karena sudah lama tidak salat?

Tidak sampai setengah jam, salat tarawih pun usai. Aku tidak bisa fokus pada bacaan salatku. Aku hanya bergerak mengikuti imam dengan bacaan yang sepotong-sepotong, yang mungkin tidak mempunyai arti. Namun, aku meyakini bahwa Tuhan sudah mencatat niatku.

Selepas berdoa, jemaah pun bubar. Aku menundukkan kepala agar tidak melihat bagaimana mereka menatapku. Setelah ini, aku akan bertahan beberapa saat. Mungkin untuk berzikir atau mencoba membaca Al-Qur’an lagi meskipun terbata-bata.

Saat aku hendak mengambil Al-Qur’an di lemari, aku melihat bayangan hitam di tempat imam memimpin jalannya salat. Aku pun mendekat penasaran. Aku mengucek mata tidak percaya. Di sana, ada bayangan orang sedang salat. Lama, seolah sedang bermesraan dengan Tuhan. Kuperhatikan lagi, bayangan itu seperti refleksi imam yang memimpin salat tadi. Hanya saja, aku tidak melihat jasadnya.

Satu komentar di “#FlashFiction • Salat Tarawih

  1. Ping balik: And the Oscar goes to... | Harun Malaia Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s